Aspek Psikologis Peserta Kontrasepsi Mantap

September 20th, 2010

Kontrasepsi mantap adalah cara pembatasan kelahiran yang dilakukan melalui pembedahan (surgical contraception). Contoh metode kontrasepsi dari definisi ini adalah salpingectomy, hysterectomy, dan vasectomy. Salpingectomy ialah pemotongan atau pengikatan pembuluh vallopian pada wanita sebagai langkah kontrasepsi. Hysterectomy ialah pemotongan lewat pembedahan dari vas deferens sebagai teknik pembedahan yang relatif sederhana untuk melakukan sterilisasi pada kaum pria (Chaplin, 1989). Read the rest of this entry »

Aspek Psikologis yang Berpengaruh dalam Kebenaran Kesaksian

September 20th, 2010

Salah satu bagian dari proses peradilan adalah upaya untuk mengumpulkan informasi bahwa suatu tindak kejahatan memang didukung oleh bukti yang cukup. Dengan adanya bukti tersebut si hakim akan mempunyai dasar yang kuat untuk menyatakan bahwa seorang terdakwa bersalah atau tidak bersalah. Read the rest of this entry »

Aspek sosial-budaya dalam Perencanaan Kota Baru

September 20th, 2010

ASPEK-ASPEK sosial-budaya yang berkaitan dengan permasalahan yang kita temui di daerah perkotaan sangat kompleks dan luas ruang lingkupnya. Hampir semua masalah perkotaan baik dari segi ekonomi, kesempatan kerja, transportasi, kesehatan, keamanan, pemanfaatan tanah (land use) maupun masalah lainnya tidak terlepas dari keterkaitannya dengan aspek-aspek sosial budaya masyarakat. Read the rest of this entry »

Hubungan Interpersonal Antara Petugas Pajak dan Wajib Pajak

September 20th, 2010

Salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh pajak adalah kemampuan di dalam berhubungan dengan orang lain dengan cara-cara yang baik. Pemberian informasi pajak akan lebih mudah dilakukan bila kita dapat membina hubungan pribadi secara baik dengan wajib pajak atau calon wajib pajak.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar kemampuan untuk dapat membina hubungan interpersonal yang baik. Read the rest of this entry »

Jam Karet: Sekelumit visi Psikologi

September 20th, 2010

SALAH satu ciri budaya masyarakat Indonesia yang menonjol adalah kebiasaan untuk tidak menepati waktu. Dalam istilah sehari-hari, ciri budaya demikian disebut kebiasaan jam karet. Pada kebanyakan kasus, jam karet lebih banyak berkaitan dengan penguluran waktu beberapa saat lamanya di laur waktu yang telah ditetapkan. Read the rest of this entry »

Gallery

foto_1.jpg djamaludin_ancok16.jpg globarmanager.jpg 100_0582.jpg